Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, usa1@sv.kuncihost.com and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Video Pelatihan/Diklat

Posted by in Galery, Pelatihan Agribisnis Perikanan, Video

Video Peternakan


Right-click or ctrl-click this link to download

Video Pelatihan Perikanan


Right-click or ctrl-click this link to download

Video Pelatuihan Peternakan


Right-click or ctrl-click this link to download

Read More
Pelatihan Agribisnis Tanaman Hias

Pelatihan Agribisnis Tanaman Hias

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan, Pelatihan Agribisnis Tanaman

Anda senang menghiasi rumah dengan tanaman hias? Atau ingin mengembangkan hobi menanam tanaman hias menjadi usaha baru???

Pelatihan Agribisnis Tanaman Hias akan memberikan pengalaman baru kepada Anda tentang bagaimana membudidayakan tanaman anggrek hasil kultur jaringan hingga layak dipasarkan.

Selain budidaya anggrek, pelatihan lain yang ditawarkan adalah mencetak Adenium berbonggol indah dengan teknis budidaya inovasi baru.

Read More
Pelatihan Agribisnis Tanaman Sayuran

Pelatihan Agribisnis Tanaman Sayuran

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan, Pelatihan Agribisnis Tanaman

Sayuran segar menjadi kebutuhan untuk dikonsumsi sehari-hari. Sayangnya, tidak semua sayuran bebas dari bahan-bahan yang berbahaya, salah satunya adalah pestisida. Maka sayuran organik menjadi pilihan meskipun dari sisi harga jauh lebih mahal.

Pelatihan agribisnis tanaman sayuran ini akan memberikan pemahaman dan sekaligus praktik cara memproduksi tanaman sayuran organik.

Read More
Diklat Agribisnis Pembenihan dan Pembesaran Ikan

Diklat Agribisnis Pembenihan dan Pembesaran Ikan

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan

Kegiatan budidaya lele dumbo saat ini telah berkembang dengan pesat. Budidaya lele dumbo yang dilakukan oleh petani dilakukan dengan cara dan peralatan yang sederhana. Biasanya hanya memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Disamping itu, tenaga kerja yang digunakan cukup dengan hanya memanfaatkan tenaga anggota keluarga petani yang bersangkutan. Kegiatan budidaya lele dumbo meliputi usaha pembenihan dan pembesaran.

Kegiatan pembenihan ikan lele merupakan kegiatan awal di dalam budidaya ikan lele. Tanpa kegiatan pembenihan, kegiatan yang lain, yakni pendederan dan pembesaran semuanya berasal dari kegiatan pembenihan. Secara garis besar, kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan induk, pemilihan induk yang siap pijah, pemijahan, dan perawatan larva atau benih. Untuk membesarkan ikan lele dumbo, tahapan kegiatannya adalah persiapan kolam, menebar benih, pemeliharaan dan pemanenan.

Selama mengikuti pelatihan ini, peserta akan mempelajari cara budidaya ikan lele dumbo dengan memanfaatkan lahan yang sempit.

Read More
Diklat Budidaya Tanaman Organik Secara Hidroponik

Diklat Budidaya Tanaman Organik Secara Hidroponik

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan

Greenhouse organik hortikultura didefinisikan oleh The International Society for Horticultural Science  (ISHS) sebagai produksi tanaman hortikultura organik (sayuran, tanaman hias dan buah-buahan) menggunakan input berasal hanya dari sumber alami, non-kimia, dengan pengelolaan iklim mikro didalam greenhouse.

 

Di seluruh dunia, sebagian besar greenhouse, atau sering disebut rumah tanaman, tetap menggunakan tanah sebagai media tumbuh,  tetapi di negara-negara maju, seperti di Eropa, Amerika Utara dan Australia, greenhouse dengan sistem hidroponik sangat mendominasi. Di negara-negara maju di awal tahun 1960, mulai pindah ke greenhouse dalam produksi sayuran, yang dikombinasikan dengan peningkatan kontrol lingkungan greenhouse, hali ini telah mengakibatkan banyak peningkatan produktivitas dibandingkan dengan sistem berbasis media tanah.

Pertumbuhan tanaman di greenhouse dengan media tanah seringkali menimbulkan masalah besar, tidak hanya dalam hal kelembaban, dan aerasi, tetapi juga dalam hal gizi. Sebagai contoh, untuk tanaman sayuran buah (tomat, ketimun dan melon), petani  harus  memerlukan jumlah cukup besar nitrogen, fosfor dan kalium jika mereka ingin tanaman menjadi produktif. Jumlah ini jauh melebihi tingkat maksimum nutrisi yang dapat diterapkan sesuai standar di beberapa negara yaitu, P: 170 kg/ha/tahun dan P: 200 kg/ha/tahun.

 

Ini seharusnya memiliki implikasi serius untuk jangka panjang bagi kelangsungan industri pertanian  greenhouse berbasis tanah organik. Pilihan sederhana yang lebih baik adalah menerima pengurangan yang signifikan dalam produktivitas. Pengendalian hama penyakit di tanah dapat menjadi masalah lain dengan produksi tanaman organik di greenhouse, di mana rotasi tanaman pilihan sangat terbatas. Sebagian besar penyakit yang bekaitan dengan tanah dapat dikendalikan oleh ketahanan benih terhadapa penyakit dan sampai saat ini, kontrol nematoda yang digunakan adalah uap sterilise tanah. Tindakan ini (ternyata) diterima untuk produksi organik, meskipun tampaknya benar-benar melawan prinsip-prinsip organik, sebab hampir semua mikro organisme semuanya tewas.

Jadi, salah satu solusi yang mungkin adalah dengan menggunakan hidroponik, untuk memastikan bahwa tanaman menerima nutrisi yang memadai, dikombinasikan dengan sistem re-circulating. Ini akan mudah untuk dapat dicapai peningkatan produksi, bahkan di bawah peraturan IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements) sekarang, dengan menggunakan hanya dari nutrien alam (non-kimiawi), seperti rumput laut, ikan, pupuk kandang, dll, untuk menyediakan nutrisi dari tanaman.

Read More
Diklat Pembuatan Aneka Sabun

Diklat Pembuatan Aneka Sabun

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan

Sabun merupakan benda wajib yang kita pakai setiap hari. Tanpa sabun, mandi terasa tidak bersih karena sabun berfungsi untuk mengangkat kotoran yang menempel di tubuh kita.

Sabun termasuk salah satu jenis surfaktan yang terbuat dari minyak atau lemak alami. Surfaktan mempunyai struktur bipolar, bagian kepala bersifat hidrofilik dan bagian ekor bersifat hidrofobik. Karena sifat inilah sabun mampu mengangkat kotoran (biasanya lemak) dari badan atau pakaian.

Dewasa ini  pemanfaatan sabun sebagai pembersih kulit makin menjadi trend dan beragam. Keragaman sabun yang dijual secara komersial terlihat pada jenis, warna, wangi dan manfaat yang ditawarkan. Berdasarkan jenisnya sabun dibedakan  atas dua macam yaitu sabun padat (batang) dan sabun cair.

Sabun transparan adalah sabun mandi yang berbentuk batangan dengan tampilan transparan, menghasilkan busa lebih lembut di kulit dan penampakannya lebih berkilau dibandingkan jenis sabun lainnya. Tampilan sabun transparan yang menarik mewah dan berkelas menyebabkan sabun transparan dijual dengan harga yang relatif lebih mahal. Pendirian industri sabun transparan merupakan salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan mengingat pasar sabun transparan belum jenuh dan masih terbuka lebar.

Selama mengikuti pelatihan pembuatan sabun ini, peserta akan mempelajari pembuatan sabun transparan dengan kriteria sebagai berikut:

  • Tekstur padat dan lembut di kulit
  • Kenampakan transparan
  • Aroma sesuai dengan pewangi (parfum) yang ditambahkan
  • Warna jernih
Read More
Diklat Produksi Pupuk Organik

Diklat Produksi Pupuk Organik

Posted by in Jasa Diklat/Pelatihan

DIKLAT PRODUKSI PUPUK ORGANIK

Sistem pertanian agribisnis dengan teknologi tinggi di Indonesia mulai diperkenalkan sejak tahun 1960 dengan sebutan Revolusi Hijau. Sistem pertanian tersebut ditandai dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisidayang sangat intesif. Penggunaan pupuk kimia dan pestisidatelah menyebabkan tanah kelelahan dan sakit, sehingga kemampuan produksi pertanian semakin lama semakin rendah. Disisi lain penggunaan bahan kimia sintetis baik pupuk maupun pestisida dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan pada kesehatan.
Pertanian organik merupakan salah satu sistem pertanian yang mampu menjawab semua permasalahan yang terjadi pada sistem pertanian era revolusi hijau.Kesuksesan pertanian organik (organic farming) ditentukan oleh teknik untuk memelihara kesuburan tanah dan pengendalian hama penyakit sehingga menghasilkan produk pertanian yang sehat, bebas toksik dan berkualitas.
Salah satu cara yang ditempuh dalam memelihara kesuburan tanah adalah dengan pemberian pupuk organik yang dapat memperkaya unsur hara dalam tanah.
Pupuk organik adalah pupuk hasil penguraian atau perombakan bahan-bahan organik oleh mikroba pengurai dan atau biota pengurai. Kelebihan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik antara lain:
1. menghasilkan unsur-unsur atau senyawa yang lebih sederhana sebagai unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman,
2. dapat meningkatkan kesuburan tanah,
3. memperbaiki kemampuan tanah menahan air,
4. memperbaiki struktur tanah,
5. menetralkan pH tanah dan
6. sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.

Selain itu, kelebihan dari pupuk organik adalah lebih mudah diserap tanaman, lebih ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan. Sedangkan kelemahandari penggunaan pupuk organik adalah oleh karena pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang lengkap, namun dalam konsentrasi yang rendah sehinggapupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak.
Karakteristik umum yang dimiliki pupuk organik sebagai berikut :
a. Hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya. Kandungan hara yang rendah berarti biaya untuk setiap unit unsur hara yang digunakan rata-rata lebih mahal.
b. Hara yang berasal dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikrobia tanah untuk dialihrupakan dari bentuk ikatan kompleks organik yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman menjadi bentuk senyawa organik dan anorganik sederhana yang dapat diserap oleh tanaman. Kebanyakan unsur di dalam tanah biasanya terlindi dalam bentuk unsur tersedia dari dalam bentuk unsur tersedia dari hasil perombakan bahan organik.
Penyediaan hara yang berasal dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam menyediakan hara yang diperlukan tanaman.
Selama mengikuti pelatihan ini, peserta akan mempelajari cara pembuatan pupuk organik dengan teknologi Vermi Kompos.

Read More